Senin, 28 Januari 2013

Camilan Pedas


Camilan Pedas: Makanan yang Tetap Diburu

    Saat tidak punya kegiatan apa-apa, saat menonton televisi, atau berada di antara jam makan, memang pas rasanya bilamengemil. Kebanyakan orang Indonesia senang mengemil, oleh karena itu industri makanan tidak pernah sepi dan selalu saja menghadirkan hal baru.
    Beberapa tahun ke belakang camilan pedas menjadi sangat populer di kota Bandung diikuti kota-kota lainnya. 
    Pada awalnya camilan pedas hanya berupa 
    keripik singkong pedas, namun kini camilan pedas menjadi lebih beragam mulai dari baso goreng pedas, keripik tempe pedas, makaroni pedas, sampai jamur krispy pedas.

    Walau tidak booming seperti tahun-tahun sebelumnya dan camilan pedas tidak hanya didominasi oleh Bandung, namun camilan pedas ini tetap digemari banyak orang terutama anak muda. Setiap camilan pedas biasanya memiliki tingkatan mulai dari yang sedikit pedas sampai yang paling pedas. 

    Beberapa produsen camilan pedas sudah terkenal :
    Maicih

    Maicih dapat dikatakan produsen camilan pedas yang memelopori tren camilan pedas ini. Berdiri 29 Juni 2010, Maicih kini telah mendapat tempat di hati konsumen yang disebutnya cucu. Emak digunakan untuk pembuat keripik Maicih, Jenderal untuk penjual Maicih, dan Icihers sebutan gaul untuk penggemar Maicih.

    Bukan Si Emak

    Dari namanya kita tahu bahwa produk ini bermaksud menyaingi produk sebelumnya. Dari nama, logo, dan kemasannya pun hampir sama.  Bukan Si Emak memiliki sebutan khusus untuk penjualnya yaitu Bujend (Bukan Jenderal)

    Seripik Kingkong

    Namanya tidak salah, kok, Seripik Kingkong, bukan keripik singkong.  Nama ini memang plesetan dari keripik singkong. Sebutan untuk penjual Seripik Kingkong adalah The Kong Breeder. Level pedas keripik ini ada 3 dengan nama unik yaitu Hareudang (sedang), Hereeng (pedas), dan Hariwang (sangat pedas).  Ketiga level tersebut diambil dari bahasa Sunda.

    Karuhun

    Keripik dengan slogan “Resep Jadul Rasa Gaul” ini memiliki sebutan Para Patih Abah Karuhun untuk penjualnya, Balad Abah untuk konsumennya, dan Para Kuncen yang mengkoordinir para penjual.

    Krib0

    Krib0 (pakai nol bukan pakai o) merupakan singkatan Keripik Bojes. Agusti Salman Farizi memberikan level pedas keripik ini dengan nama khas anak kuliah, yaitu Zona Muqoddimah, Zona Tugas Akhir, Zona Skripsi, dan Zona Tesis.  

    Itulah beberapa produsen camilan pedas yang populer, masih banyak produsen lain yang kian berjamuran. Dengan harga sekitar 10-15 ribu kita sudah dapat menikmati sekantong keripik pedas yang menggoyang lidah. Namun komsumsilah dengan bijak, tidak mau perut menjadi melilit, kan?

    Bila ingin mencoba membuat sendiri, coba praktikkan resep di bawah ini :

    Bahan

    •    2 kg singkong, kupas
    •    Minyak untuk menggoreng
    •    Bumbu, aduk:
    •    3 sdm chili flakes
    •    5 sdm cabai bubuk
    •    2 sdt garam
    •    1 sdm bawang putih bubuk
    •    1 sdm gula bubuk
    •    1 sdt merica bubuk

    Cara Membuat

    1.    Masukkan bahan bumbu ke dalam kantong plastik. Sisihkan.
    2.    Kupas singkong. Serut memanjang tipis sekali. 
    3.    Goreng dalam minyak banyak dan panas sekali hingga berwarna kuning kecokelatan. Angkat segera. Tiriskan. 
    4.    Setelah tidak lagi panas, masukkan keripik ke dalam plastik isi bumbu, kocok berkali-kali hingga benar-benar tersalut rata. Keluarkan. Sajikan. 

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar